Rabu, 05 Januari 2011

Agama dan Masyarakat

Nama : Rosi Oktaviana Kuntari
Kelas/NPM : 1 KA 24/16110249
BAB X. Agama dan Masyarakat
Fungsi Agama


Dari segi pragmatisme, seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang diuraikan di bawah:
• Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia.
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia karena ia sentiasanya memberi penerangan kepada dunia(secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Penerangan dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah(s.w.t) dan setiap manusia harus menaati Allah(s.w.t).
• Menjawab pelbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
Sebagian pertanyaan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan hidup, soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia, pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka, agama itulah fungsinya untuk menjawab soalan-soalan ini.
• Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.
Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena sistem agama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.
• Memainkan fungsi peranan sosial.
Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial.


Pelembagaan Agama
Agama merupakan sesuatu yang bersifat universal, abadi, yang mengatur masyarakat dalam semua sendi kehidupan. Jika berbicara tentang pelembagaan agama, ada beberapa hal yang perlu dijawab, seperti, untuk apa agama ada, unsur-unsur, fungsi, bentuk dan struktur agama.
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, diantaranya :
1. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nila sakral.
Masyarakat tipe ini kecil,terisolir dan terbelakang.Anggota masyarakat menganut agama yang sama.
2. Masyarakat-masyarakat Praindustri yang sedang berkembang
Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi, perkembangan teknologi lebih tinggi dari tipe yang pertama, agama memiliki arti dan ikatan kepada sistem nilai pada masyarakat.
3. Masyarakat berkembang.
Agama selalu memberikan petunjuk kepada masyarakat bagaimana selamat di dunia dan di akhirat dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Untuk kepentingan tersebut perlu jaminan rasa aman dan tenang kepada pemeluk agama dalam menjalankan kehidupan beragamanya, untuk itulah agama masuk dalam sistem kelembagaan dan menjadi sesuatu yang rutin. Agama menjadi salah satu aspek kehidupan semua kelompok sosial , merupakan sesuatu yang menyebar mulai dari bentuk perkumpulan manusia, keluarga, kelompok kerja yang dalam beberapa hal penting bersifat keagamaan.
Lembaga-lembaga keagamaan pada puncaknya berupa peribadatan, pola ide-ide dan keyakinan-keyakinan dan terkadang muncul berupa organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah,NU, dll. Pelembagaan agama itu sendiri pada puncaknya terjadi pada tingkat intelektual, tingkat pemujaan(ibadat) dan tingkat organisasi.


Study kasus
Polisi Periksa Kasus Tuduhan Penghinaan Agama oleh Majalah Tempo
Selasa, 19 Pebruari 2008 20:11 WIB | Peristiwa | | Dibaca 1864 kali
Jakarta (ANTARA News) - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa, mendengar keterangan saksi pelapor dalam kasus dugaan penghinaan agama yang dilakukan oleh majalah Tempo.

Saksi pelapor, Marcelinus Simarmata dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kristen (AMPK) didengar keterangannya di Polda Metro Jaya sejak pukul 14.00 WIB hingga 18.30 WIB.

"Saya tadi di-BAP (berita acara pemeriksaan) di Unit II Satuan Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya," katanya.

Ia mengatakan, pada kesempatan tersebut penyidik menanyakan seputar sampul depan majalah Tempo edisi 4 Pebruari 2008 yang dinilai oleh pelapor sebagai penghinaan terhadap agama Kresten.

Pada edisi itu, sampul majalah Tempo menampilkan gambar mantan Presiden Soeharto bersama anak-anaknya dalam komposisi mirip lukisan "The Last Supper" karya Leonardo da Vinci yang menggambarkan perjamuan kudus Yesus Kristus dengan murid-muridnya.

Menurut AMPK, sampul majalah itu telah menghina agama sehingga kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya, pekan lalu dengan tuduhan pelanggaran hukum sesuai pasal 156 KUHP tentang penistaan agama.(*)
Opini :
Seharusnya kita sebagai masyarakat negara yang beragama harus bisa saling menghargai dan saling menghormati antar umat yang berbeda agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar