Minggu, 07 April 2013

Generalisasi dan Analogi

GENERALISASI
Generalisasi adalah penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada. General = Umum
Contoh:
Penarikan secara generalisasi dilakukan dengan mengemukakan hal-hal khusus lalu menarik kesimpulannya secara umum.
 • Jika dipanaskan, besi memuai
 • Jika dipanaskan, tembaga memuai
 • Jika dipanaskan, perak memuai Jadi, jika dipanaskan, logam memuai.

Contoh :
 • Untuk menjadi karyawan PT Indosat di bagian keuangan syarat utamanya adalah sarjana. Akan tetapi, tidak cukup sarjana saja. Calon karyawan hars memiliki Indeks Prestasi bagus di Perguruan Tingginya, minimal 2,75. Calon karyawan juga harus menguasai salah satu bahasa asing, Inggris dan Mandarin. Jika semua persyaratan administratif sudah terpenuhi, mereka harus lulus serangkaian tes yang diselenggarakan oleh PT Indosat. Jadi, memang tidak mudah untuk dapat diterima menjadi karyawan PT Indosat.

Macam – Macam Generalisasi 
a) Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk

b) Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantaloon. Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna. Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.

Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
 1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
 2. Sampel harus bervariasi.
 3.Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

ANALOGI
Proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain dengan cara membandingkan peristiwa yang ada dengan peristiwa sebelumnya, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain. Dengan kata lain penalaran analogi dapat diartikan sebagai proses penyimpulan berdasarkan fakta atau kesamaan atau proses membandingkan dari dua peristiwa (hal) yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian ditariklah kesimpulan dari persamaan tersebut.

 1. Analogi mempunyai 4 fungsi, antara lain :
 a) Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan
 b) Meramalkan kesaman
 c) Menyingkapkan kekeliruan
 d) Klasifikasi

 2. Contoh dari Analogi 
a) Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
b) Untuk menjadi seorang penari professional atau ternama dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Demikiannya dengan seorang atlit untuk dapat menjadi atlit professional dan berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Oleh karena itu untuk menjadi seorang penari maupun seorang atlit diperlukan latihan yang rajin dan ulet.

Sumber :  http://rutemilia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar